Showing posts with label SePINTAS. Show all posts
Showing posts with label SePINTAS. Show all posts

Saturday, September 28, 2013

Kekonyolan antara HP dengan TELEPON

Dari pagi menginjakkan kaki di ruang kubikal ini saya terus disibukkan dengan sejumlah pekerjaan yang menumpuk sejak kamarin sore ditambah dengan masukan kerjaan baru yang terkadang diminta urgent untuk diselesaikan. Sampai menjelang siang sang OB datang membawa selembar menu untuk dipesan oleh masing-masing karyawan. Urusan menu makan saya selalu mikir agak lama megingat saya harus mempertimbangkan nilai gizi dan efek yang ditimbulkan terhadap tubuh saya #gayane sok menghitung kalori. Tapi alhasil saya masih tetap kurus alias kerempeng haha.
Saya bergegas dengan pekerjaan saya kembali, sementara sang OB sudah jalan menuju target tujuan dimana menu tersebut dijual. Yah..kalau tidak warteg belakang kantor mentog warung sunda. Nasi padang di Pasar Mayestik atau Sup iga di belakang RS Pertamina menjadi pilhan terakhir, bukan karena bosan tapi karena memperhitungkan kocek, cukup sesekali saja lah. Ketika saya sibuk dengan laptop di depan saya, berderinglah HP di meja saya. Deny si OB kantor menelpon. Ada apakah? Biasanya ada yang habis dengan salah satu pesanan kami.
Tepat dugaan saya, Si Deny mengatakan bahwa pesanan Ikan Basmol Mbk Lin habis, dan saya diminta untuk menanyakan karena HP mbak Lin tak bisa di hubungi..alias offline.
Telpon dari Deny tidak saya putus sementara saya menghubungi Mbak Lin melalui telepon line kantor. Saya tekan line 9 ke ruang mbak Lin dan memberitahu kalo Deny telpon menanyakan soal menu Mbak Lin yang habis… Mbak Lin mengatakan kepada saya untuk mengganti dengan menu ikan yang lain, terserah katanya.
Sementara telpon dan HP ada di kedua telinga saya…
Mbk Ugs di depan saya dengan tampang syirik mengatakan.. “Belagu banget c telpon sampai dua-duaan gitu.. “ ,sementara itu ada rekan saya si Ros berada di sebelah saya sedang sibuk mencari file di laptop saya. Saya tak menghiraukan dengan file yang sedang dicari Ros..
Dengan tanpa maksud apa-apa dan ekspresi muka saya yang datar, saya langsung kembali menelpon Deny dan bilang.. “Nih Den ngomong langsung aja sama Mbak Lin… (handphone saya arahkan ke gagang telpon kantor yang terhubung ke line Mbak Lin..) Langsung HP dan Telpon saya dekatkan…
Seketika itu si Ros langsung lari menjauh terkencing-kencing menertawakan tingkah saya berikut dengan mbk ugs..
Saya baru ngeh.. dan dengan santai tanpa beban, saya berkata “oh ga bisa ya…?”
Saya baru menyadarai saya telah melakukan hal konyol… Sampai akhirnya saya pun ikut tertawa terpingkal-pingkal..
Telepon dengan Mbak lin masih tersambung ….saya menjawab ke Mbak Lin pun dengan kondisi tertawa ga jelas…. Mbk Lin pun bingung dengan ikut tersenyum bertanya-tanya…
Saya masih terus tertawa terbahak-bahak, sampai menulis tulisan ini pun saya masih tersenyum geli…
Nah begitulah salah satu kekonyolon yang saya buat ketika bekerja… Paling tidak ada jeda yang membuat saya fresh kembali dalam setiap kesibukan yang terjadi.
Salam kangen untuk teman-teman Bavaria, 28 Sept 13

Saturday, August 17, 2013

MACETNYA MUDIK YANG FANTASTIS

Mungkin perjalanan mudik saya bisa dibilang mencapai rekor karena memakan waktu 28 jam. Dengan jarak tempuh sekitar 600 km dari Jogjakarta menuju Jakarta. Perjalanan yang sangat menyita waktu ini terjadi pada saat arus balik. Jauh lebih lancar ketika perjalanan pulang ke rumah di Jogja. Saya sudah memperkirakan bahwa saya akan balik ke Jakarta pada saat puncaknya. Ketika orang-orang pulang pada saat yang sama pada akhir libur Lebaran. Namun saya tak merisaukan hal tersebut dan mencoba menghadapi dan menikmati.

Seninya orang mudik memang seperti itu, dihadapkan pada kemacetan dengan barang bawaan yang menggunung dan serbaneka lainnya. Lebaran kali ini saya mencoba mudik menggunakan mobil seperti tahun kemarin. Saya bergantian menyusuri jalur selatan jawa melewati kebumen-ciamis-tasik-bandung-Jakarta. Perjalanan dari Purworejo sudah merayap sampai kebumen. Kemacetan sepanjang daerah ini disebabkan oleh adanya traffic light dan jalan yang dilalui rel kereta. Kemacetan di Kebumen masih bisa ditolerir karena kendaraan masih bisa berjalan meskipun dengan kecepatan yang lambat karena harus mengantri.

Namun yang terjadi setelah solat subuh di perbatasan ciamis tasik kemacetan mulai terjadi kembali. Sampai pagi pergi dan siang mulai datang kami masih stag di wilayah tasik. Dengan kontur jalan yang berliku dan pemandangan yang cukup indah kami tersendat mengantri. Mobil berhenti kemudian maju 5 meter dan berhenti lagi, begitu seterusnya. Ada apakah gerangan ini, kemacetan seperti tak berujung. Hmm...kami pun kelaparan.. segala isi di mobil kami keluarkan demi mengganjal perut. Bensin pun sudah mulai tiris. Kami semua sudah kelelahan plus lapar. Menemukan sebuah rest area yang cukup representatif kami mampir skaligus solat dzuhur. Sayang restoran yang kami singgahi kehabisan stock makanan dan harus menunggu lama.

Tanpa berpikir lama kami memutuskan untuk kembali ke antrian mengikuti kemacetan lagi. Sebelumnya kami mengisi bahan bakar di rest area tadi. Kami terus menyusuri perbukitan dengan jalan yang sempit. Sampai pukul 2 siang akhirnya kami sampai di sebuah rest area. Perjalanan yang cukup melelahkan dari tasik menuju garut yang normalnya hanya sekitar 1 jam harus kami tempuh dalam waktu 7 jam.

Sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Perjalanan melalui jalur selatan memang lebih cepat dibanding dengan jalur utara. Namun jika kemacetan terjadi jalur selatan akan lebih sulit terurai dibanding jalur utara. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geografis selatan yang berbukit-bukit dan lebar jalan yang sempit. Selain itu jalur selatan setelah memasuki tasik tidak banyak jalur alternatif yang bisa dilalui.

Nah bagaimana dengan perjalanan mudik anda? Sebagai sebuah pengalaman perjalanan mudik memang harus kita rencanakan dengan matang dan pandai-pandai memilih waktu.

Saturday, May 18, 2013

Pesan DESAINmu di sini

Masih bingung dengan desain gambar untuk logo, kaos atau barang apa pun? Gambar di atas adalah contoh produk desain gambar yang kami produksi berdasarkan pesanan.
Segera kami buka service centre untuk memenuhi kebutuhan desain-desain gambar yang Anda minta.
Salam Artalimu Team

Monday, May 13, 2013

ngilusensi : SUNDAY MORNING

Minggu pagi biasanya sebuah tempat akan ramai dengan banyaknya orang berkumpul untuk senam, joging, bersepeda atau apa pun. Saat ini pun di beberapa tempat strategis diselenggarakan car free day. Moment inilah biasanya akan muncul banyak pedagang yang pada akhirnya jadi pasar dadakan. Kalau di sekitaran boulevard kampus saya dulu, moment minggu pagi ini disebut dengan "Sunday Morning". Nah sekarang tujuan utama ke Sunday morning bukanlah hanya sekedar untuk olah raga, tapi banyak hal bisa Anda lakukan, yang pasti jangan sampai menguras kocek Anda di pagi hari :D.

Saturday, April 27, 2013

Ketika MOBIL Anda Mati tiba-tiba

Terkadang sesuatu yang tak kita harapkan menjadi sebuah pelajaran yang cukup berarti bagi kita. Ini berawal di hari minggu ketika saya meluangkan waktu untuk pergi ke sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Alam sutera Tangerang bersama kakak saya dan teman. Siang itu sudah menjelang sore tepatnya jam tiga saya menuju sebuah mall untuk membeli sesuatu sekaligus mencari makan siang. Kondisi jalan menuju Mall tersendat macet, tidak biasanya hari minggu masih macet juga. Begitupun menuju tempat parkir di Mall tersebut. Mencari hampir setengah jam sendiri untuk memarkir mobil, alhasil dapat posisi di lantai paling atas gedung, yakni lantai 8 yang beratapkan langit.
Perut sudah keroncongan memaksa saya untuk bergegas turun ke bawah mencari makan. Hmm..kondisi Mall ramai sekali hari ini sampai parkir berujung ke luar gedung memakan badan jalan, pasalnya ada pengundian berhadiah mobil merci yang akan diumumkan hari itu. Berpetualang di mall pastinya waktu menjadi tak terasa sampai akhirnya baru sadar hari sudah malam dan perut menjadi lapar kembali.
Semua yang dibutuhkan sudah di tangan dan siap bergegas pulang. Saat sampai di tempat parkir kondisi sudah lengang dan kondisi lantai parkir masih basah dengan sisa hujan yang baru saja reda. Kunci sudah di tangan dan ketika mobil di buka anehnya kunci pintu sentral tak berfungsi membuka pintu yang lain. Waktu itu memang kunci remote tidak berfungsi dan harus membuka mobil dengan menggunakan kunci secara manual. Saya juga merasa aneh karena biasanya bisa, namun ketika kakak saya hendak menghidupkan mobil ternyata mobil tak hidup sama sekali. Berkali-kali diulang kemudian dicoba didorong ternyata juga tidak bisa. Dugaan awal adalah aki yang tidak beres.
Hmmm...pake acara mati segala ini.. posisi dibalkon gedung paling atas lagi, hujan pun masih turun rintik-rintik. Solusi pertama yang saya ambil adalah menelpon sopir kantor, karena kebetulan mobil yang saya bawa adalah fasilitas kantor. Saya pun mengikuti instruksinya by phone, yakni dengan menghidupkan klakson mobil dan ternyata klokson mati juga. Ini tandanya memang aki mobil harus diganti.
Waduh apes banget hari ini. Dan jalan keluar terakhir memang harus ganti aki. Sampai akhirnya teringat bahwa di mall ini juga menjual aki. Sedikit kelegaan mengalir... Kami berjalan kembali ke bawah dan mencari aki mobil yang sesuai, kami masih bingung soal aki dan mencoba meminta bantuan pelayan untuk membantu kami mengatasi permasalahan ini. Untuk memastikan kesesuaian aki kami kembali menuju ke atas tempat mobil kami parkir, melihat merk type dan spesifikasinya, kemudian kami kembali lagi ke bawah mencari yang sesuai dengan spesifikasi tadi.
Dan kabar buruknya aki yang sesuai stok sedang tidak ada. pelayan memberikan saran untuk menggunakan aki lain dan mengakalinya. Tanpa pikir panjang kami mengambil alternatif itu karena mall juga sudah mau tutup. Kami naik kembali ke atas lagi menuju ke mobil dengan aki baru tapi masih harus diakalin. Hm.. kebelet lagi pengen buang air kecil, saya ke bawah lagi mencari toilet dan sekaligus mencari minum untuk kami bertiga dan pelayan toko yang membantu kami. Saya naik kembali ke atas dan pelayan masih mencoba mengakali aki mobil. Perut keroncongan dan sepertinya mobil masih lama, jam sudah menunjukkan pukul 9 malam lebih. Perut keroncongan lagi belum sempat terisi dan akhirnya saya harus ke bawah lagi menuju foodcourt. Bolak-balik ke atas ke bawah tak terhitung gara-gara aki mobil.. itung-itung olah raga malam di mall. Cape deh..... *ngelap keringat di dahi
Sampai di atas aki sudah mulai dipasang dan selesai. Saya membaca doa komat-kamit semoga berhasil. Dan akhirnya mobil menyala... huraiiiiiii... Akhirnya...rasanya berasa melayang dari atas gedung pencakar langit di malam hari dan diterpa angin yang menghalau semua aura negatif dalam tubuh. Halah..lebai...
Kami pulang dengan perasaan lega tak terkira. Hari ini kami dapat pengalaman yang berharga meski sedikit membuat panik. Terus terang saya masih awam soal teknis mobil, hanya bisa memakainya saja itu pun belum lama bisa. Akhirnya saya dibuat mengerti dengan melewati kejadian seperti ini. Permasalahan aki mati ini bisa terjadi karena konsleting atau ada satu bagisan yang belum dimatikan. Bisa jadi aki sudah lama.
Solusi lain jika kita tak bawa stok uang banyak adalah dengan mencari taksi dan meminta bantuannya untuk memancing aki mobil kita agar hidup kembali. Biasanya sopir taksi punya alat berupa penghubung yang bisa menghubungkan arus untuk memancing aki mobil agar bisa hidup. Istilah yang sering di sebut adalah "nge-jam". Cukup dengan uang seratus ribu sebagai upah sopir taksi dibandingkan jika anda harus membeli aki paling tidak akan keluar biaya di atas 500 ribu.
Nah begitulah cerita saya di hari minggu, cukup tegang tapi bernilai. Kalau tidak terjadi seperti ini mungkin saya juga akan tidak tahu. Untungnya lagi saya pas tidak jalan sendiri, masih bisa berbagi dan mencari solusi sehingga stress tidak menjadi beban sendiri. Ok selalu cek kendaraan pribadi anda agar nyaman dalam berkendara.

Saturday, April 21, 2012

SALAH TEMPAT

Berikut adalah cerita yang pernah saya tulis di catatan facebook saya, cerita berikut mungkin bisa dianggap lucu karena ada beberapa hal salah yang saya lakukan dengan teman-teman saya.
Suatu hal yang tidak direncanakan dengan matang memang akan membawa sebuah kesemrawutan yang kompleks. Apaan tuh bahasanya maksa banget nggak ada istilah lain apa? Pengalaman ini terjadi ketika dengan tiba-tiba saya di ajak hangout bareng temen2 untuk nonton film yang cukup fenomenal itu, yang katanya akan segera di cabut peredarannya oleh MUI, lantaran dapat merusak akhlak dan aqidah. Berhubung film ini box office dan fenomenal jadinya harus ngantri untuk mendapatkan tempat duduk. Tapi menurut saya orang Indonesia udah pinter untuk menganalisis film ini. Optimis! Termasuk saya hahahaha.pede!
Tiket sudah diantriin salah satu temen, dapat di kursi nomer 2 dari depan jam 18.15. Beu...h jereng2 tuh mata deket banget ma layar. Tapi ga papa deh dari pada yang jam 8 bisa ga dapat bus buat pulang ke rumah. Lagian ngajakinnya juga mendadak, jam 2 baru ngatri… Pulang kerja yang biasanya ngaret yang ini wajib tepat waktu hehehe demi 2012, kali ini saya nebeng karena saya belum tau tempatnya. Awalnya kami bertiga masih bersatu dalam satu koridor jalan raya yang riuh ramai dan macet.
Dengan kondisi jalanan yang sulit diprediksi -seperti yang sering dikatakan mbk Uke- pada akhirnya kita terputus di tengah jalan, motor pertama sudah berjalan ke arah yang benar. Nah kebetulan aku mengikuti arus yang salah… Gara-garanya adalah pada percabangan jalan yang sedang terjadi kemacetan mengakibatkan kami kehilangan arah. Hm…wah bakal berantakan nih…Film main 15 menit lagi…. Aku dan yang lain udah nyampe BLOK M Plasa…Ah ternyata salah yang bener di BLOK-M Square Ini adalah kesalahan tempat yang PERTAMA Hm…akhirnya cabut ke sana ke tempat tujuan sebenernya..
Koordinasi kita lanjutkan dengan contact2an pake HP… “Nyampe mana nih….?” “Udah tunggu di parkiran aja” ,”sepakat!” Yah aku percaya aja dengan dua temanku yang memang sudah lama berdomisili di sini. Jalan cukup berliku meskipun jarak tidak terlalu jauh. Nyampe sebuah perempatan motor yang aku tebengin lampu depannya mati . Sumpeh…ganjalan apa lagi nih… Perjalanan berlanjut dan waktu tayang tinggal 5 menit lagi Fiuh... Sampai pada sebuah gedung temenku berhenti di pintu masuk menuju ke arah parkiran… Telpon lagi dan bertanya “mbak parkirannya yang ke atas kan?” “Iya…” Tapi aku melihat ke atas sebuah papan nama terpampang di sudut gedung “Pasar Raya Grande” Kita akhirnya masuk tapi perasaan agak kurang enak. Tetap berusaha untuk tenang dan kalem. Halah…. Udah naruh motor trus ngontak lagi kalo udah nyampe… Akhirnya motor pertama naik juga tapi udah di lokasi yang benar. Tapi aku tunggu2 kok lum nongol2,… Mencoba untuk tetap tenang! Sambil nunggu kubuka karcis parker dan kubca… Tertulis di karcisnya “Pasaraya Grande” MAMPUSSS ! Heh..dugaanku benar… Ini adalah kesalahan tempat yang KEDUA
Telpon-telponan lagi deh…”kamu di mana?”, “aku dah nyampe”,“kok nggak ada” pokoknya jadi semrawut hahahaha Sementara itu keberadaan si pembawa motor pertama sudah sampai di tempat. Menunggu dan menunggu. Berharap-harap cemas sampai sempat ke belakang dengan antri pun kita yang kehilangan arah belum juga nongol. Berburu dengan waktu akhirnya kita memilih jalan kaki dari pasaraya grande ke arah tujuan, yang kebetulan dekat jaraknya… (Tapi kata orang jaraknya lumayan di jalan hehehe…bisa dikatakan masalah jarak juga relatif untuk masing2 orang) Karena tingkat kecemasan semakin tinggi dan film sudah mulai diputar si pembawa motor pertama beserta tebengannya nelponin mulu’ Dan ku jawab …”lagi OTW nih bentar lagi”jawabku “Ya udah di tunggu di lantai lima theater 2, aku masuk duluan tiketnya ku titipin mbaknya”
Setelah lelah berjalan dengan perjuangan berdarah-darah hahaha -halah lebai banget padahal pake lift hehehe akhirnya bisa masuk juga walaupun udah telat 15 menit… Menghirup nafas lega dan menikmati jalan cerita…. cukup mengerikan tapi kok aku ngantuk ya..hehehehe
Tidak terasa akhirnya selesai juga kini saatnya kembali pulang…. Setelah kupikir2 banyak hambatan dan rintangan kali ini mungkin salah satu penyebabnya adalah ada satu temen kantor yang lupa nggak di ajakin hehehe. Maap mbak Lin…hehehehe. Titik kesalahan dalam hal ini adalah pada penggagas acara ini hahaha. Jam sudah hampir menunjukkan pukul 9 malam….Pulang kali ini aku nggak nebeng lagi tapi naik Bus…kebetulan Mall bersebelahan dengan terminal. Jalan masuk dengan jalan keluar yang kita lewati berbeda, jadi bingung tuh.
Nanya temen-Mas Ro..”terminal ke sebelah mana Mas?” “Tuh lurus aja “jawabnya dengan seyakin-yakinnya menunjuk ke arah kiri. Udah aku pun dengan mantap menuruti petunjuk itu…. Tapi lama-kelamaan kok menuju sebuah perempatan…Wah hati mulai nggak enak lagi nih… Coba Tanya sopir bajaj yang lagi ngetem. “ Pak Terminal ke arah mana” “Lurus aja ke sana” jawabnya Wah nggak bener nih…ternyata aku melawan arah. Ini kesalahan tempat yang KETIGA… Balik lagi deh ke tempat semula dan ternyata terminal ke arah kiri sangat dekat sekali tinggal beberapa langkah dari tempat semula saya keluar. Ukh….dikerjain nih.
Ah untung saya dah tahui jalur ke pasar minggu… Coba kalo masih nyari2, bakal salah tempat lagi, salah naik bus. Hm…pulang malam gini sebenernya agak khawatir juga..dengan jam malam yang penuh dengan huru hara hehehe. Secara saya terlalu berharga, berpotensi dan menarik-wkwkwkw boong banget hahaha. Mencoba Tetap berusaha tenang dan berpikir positif. Akhirnya nyampe rumah jam 10 malam setelah sempat senam jantung lantaran bus kota malam itu ngebut beradu dengan bus kota yang lain…
Fiuh..malam yang cukup melelahkan sekaligus menyenangkan. Semua memang harus direncanakan….
Jakarta,17 Nov 09

Saturday, September 24, 2011

Soybean Cake in the house

Saya cukup puas dengan libur Lebaran kemarin, pasalnyasaya ambil cuti cukup lama. Berbicara tentang Lebaran identik dengan makanan enak namun berlemak, terutama makanan ini sebagai pelengkap ketupat atau lontong, seperti sambal goreng ati, opor ayam, rendang, dan banyak makanan lain yang bahan bakunya berdaging dan bersantan. Tapi lain dengan yang terjadi dalam keluarga saya. Lebaran tetap ada makanan yang tersebut di atas, tapi tetap saja Bapak saya tak ingin meninggalkan tempe dan tahu serta sambal bawang. Makanan ini menjadi penawar ketika kita sudah mblenger-bosan dengan makanan serba berlemak. Inilah yang saya rindukan di rumah tercinta. Salah satunya adalah tempe goreng yang terbungkus daun pisang. Rasanya tetap berbeda dengan tempe yang sebagian besar saat ini dibungkus menggunakan plastik. Apalagi yang goreng Ibu saya sendiri hehehe, orang Jawa kebanyakan menyebutnya tempe garit. Mengapa dibilang demikian, karena di tempe tersebut rerdapat ruas-ruas dari sayatan pisau, tujuannya adalah biar bumbu dapat meresap ke dalam daging tempe ketika digoreng. Lain halnya dengan yang terjadi di Gunung Kidul atau mungkin juga tempat lain, tempe biasa dibungkus dengan daun jati. Rasa yang dihasilkan juga lebih nikmat ketimbang dibungkus dengan plastik yang terkadang terasa asam.
Meski hanya kedelai yang dicampur dengan ragi dan kemudian bereaksi menghasilkan jamur yang berwujud menjadi tempe ternyata memiliki nilai gizi yang tinggi. Tentor Bahasa Inggris saya mengatakan soybean cake. Itulah yang saya ingat sampai sekarang dipertemuan pertama ikut kelas dengannya hehe tapi entah pelajaran yang lain kemana hehe. Satu lagi yang menjadi favorit adalah tempe mendoan, dan kebetulan di tempat tinggal saya saat ini banyak yang menjajakannya. Sebagai pelengkap menikamti Bakmi Jawa yang tersaji hangat di saat hujan rintik menghiasi malam di ibukota, hm...serasa meinkmati romantisme Jogja. Don't forget for soybean cake hehehe :)

Saturday, September 3, 2011

WAKTU DAN IMPIAN

Waktu itu singkat, paling tidak itu yang terus menerus terngiang dalam pikiran saya setelah mengikuti sebuah acara yang menginspirasi. Yah lantas kemudian lalu bagaimana dan apa yang harus saya lakukan saat ini? Hmm....pastilah karena waktu itu singkat maka hidup ini harus kita buat berarti bagi diri kita sendiri dan orang lain. Kata sukses menjadi sebuah tujuan umum yang terucap dalam pikiran saya, tak hanya di dunia tapi juga di akhirat. Sejenak merenung tanpa harus galau, membangun optimisme dan merancang masa depan yang penuh dengan impian menakjubkan. Waktu yang berjalan tidak mungkin bisa kita hentikan untuk berpikir dan mempersiapkan impian kita sesuai dengan waktu yang kita harapkan. Apalagi dengan meng-undo kesalahan layaknya di sebuah komputer. Oleh karena itu memang benar waktu itu singkat, dan kita harus mengusahakannya sampai pada sebuah realisasi dari impian itu. Waktu yang telah berjalan menyisakan banyak cerita tentang keberhasilan, prestasi, kesalahan, kegagalan, dan banyak lagi. Semua yang terekam dalam benak menjadi sebuah pelajaran berharga yang membimbing kita untuk melangkah pada tahapan selanjutnya yang ingin kita raih. Hambatan memang akan selalu datang tapi api semangat dan optimisme harus selalu berkobar untuk memadamkan kelalaian kita.
Kita harus punya mimpi karena mimpi itu memotivasi. Hindari kegalauan...karena waktu itu akan habis karena kegalauan itu. Maka mulailah bergerak dan meghilangkan semua yang melemahkan usaha kita. Jangan hanya menjadi orang biasa tapi jadilah orang yang luar biasa. Semoga barisan kata ini bisa sedikit memotivasi. Tetap semangat kawan ;). Jogja, 4 Sept 2011

Friday, May 14, 2010

Sibuk Sendiri



Entah apa yang dilakukan rekan saya di pojok ruangan itu sibuk sendiri.