Sunday, November 24, 2013

BERGULAT DENGAN BANJIR

Ngomongin soal banjir ya ngomongin ibukota Jakarta tercinta. Saat ini hujan mulai sering turun membasahi Ibukota. Pulang kantor melewati sungai Angke ketinggiannya sudah cukup memprihatinkan alias mendekati ambang batas dan jalan akses menuju kompleks sudah tergenang. Perburuan mencari jalan tikus pun terjadi juga. Mengekor para pengguna motor lain tak selamanya berhasil, yang ada dapat jalan buntu. Hmmm...menghela nafas, kembali ke jalan semula dan mencari tikungan yang lain. Waktu pulang saya menjadi lebih lama. Kali ini saya harus memutar agak jauh. Terkadang perut tak bisa kompromi dan terus menunjukkan sinyal kelaparan.
Esoknya... *langit tampak berawan dengan sedikit awan kelabu yang masih bertengger
Hujan reda tengah malam tadi, pagi ini stock sarapan kosong. Tak ada roti, oatmeal atau pun nasi. Ya sudah cukup minum teh hangat dan bergegas berangkat, ada niatan beli sarapan dulu di jalan. Sebelum berangkat kakak saya mengantisipasi bahwa ada banjir di jembatan kali Angke di daerah Ciledug Indah. Akses utama yang saya lalui setiap hari memang daerah Ciledug Indah. Sepertinya kejadian tahun lalu akan terulang, sudah terbayang akan memutar lewat kawasan Bintaro.
Ah Bismillah saja...semoga banjir sudah surut. Dengan langkah agak mantap dan sedikit sekali keraguan saya memutuskan berangkat tetap lewat jalan seperti biasanya. Mampir sebentar di ruko-ruko depan komplek untuk membeli sarapan. Sambil memilih milih jajanan yang saya inginkan, Ibu penjual jajanan bergumam soal banjir di Ciledug Indah. Wah iya...Saya mengalami kejadian yang sama seperti tahun lalu. Persis sama. Apakah ini dejavu? Kejadian ini terulang persis seperti tahun lalu, Saya beli sarapan disini ketika Ciledug indah banjir.
Kemudian saya bertanya tentang banjir di Ciledug Indah. Ibu penjual itu mengatakan kalau anak-anak sekolah banyak yang berbalik arah. Ah berpikir sebentar ..dan berkeyakinan akan tetap melewati jalan itu. Teringat akan genangan tadi malam di bagian jalan komplek yang lain saya kembali memutar melawati jalan kampung dan pasar. Saya harus mempersiapkan stok kesabaran untuk pagi ini. Perjalanan saya sudah dimulai dengan kemacetan dan keramaian melalui pasar Bengkok. Jalanan sudah sempit tapi masih banyak pengguna motor parkir di badan jalan. Saya terus baca komat kamit berdoa agar perjalanan saya dimudahkan dan diperpendek jarak perjalanan saya. amin Akhirnya pasar bengkok berhasil saya lalui, melaju sebentar sampai akhirnya saya menemui sebuah kemacetan lagi...dan apa yang terjadi gerangan di depan...
Whats???!!!!!
Sebuah mobil milik dinas perhubungan diam ditengah sebuah pertigaan dan menutup akses jalan ke Ciledug Indah, semua dialihkan ke arah kompleks Graha Raya. Itu artinya Kali Angke masih meluap dan jalan di Ciledug Indah tergenang. Perasaan saya sudah kacau balau dan tentu saja waktu jam masuk kantor sudah semakin dekat. Puyung hai euy.....kembali saya harus tetap menyimpan stock kesabaran saya. Sudah pasti kedatangan saya ke kantor akan terlambat.
Melihat ada beberapa pengendara motor nekat melewati batas itu saya pun ikut nekat, ingin tahu seberapa besar sih banjirnya. Mengingat untuk kembali memutar ke Bintaro akan sangat jauh. Akhirnya saya mendapatkan kemacetan yang tak terelakkan. Seratus meter dari Jembatan sudah tak bergerak. Saya mendapati sebuah bus dari statsiun televisi sudah nangkring di dekat jembatan untuk melaporkan kabar beritanya. Perlahan tapi tidak pasti saya terus ikut maju menuju arah banjir itu. Meskipun arah pikiran saya masih simpang siur..puter balik ga ya...puter balik ga ya... so confuse. Ah lanjut saja.
Jembatan kali Angke ada dua lanjur dimana lajur ke arah Jakarta posisinya lebih tinggi di atas dibandingkan dengan arah sebaliknya. Akhirnya para pengguna motor harus nekat melawan arah karena posisi jembatan ke arah Jakarta lebih tinggi. Saya pun ikut arus melawan arah. Jadi jembatan yang lebih tinggi digunakan untuk dua lajur. Perlahan bergerak tapi pasti akhirnya saya mampu melihat lumayan dasyat banjir kali Angke. Kalau statement ini lebay... *meluap juga akhirnya kesabaran saya hahaha... seperti banjir ini kali yeee.... Saat saya sedang antri diatas jembatan saya coba untuk memotret kehebohan pagi ini, karena motor sering berhenti maka saya langsung ambil HP di kantong baju saya dan langsung saya potret moment penting ini, sebagai kenangan.
Wah sudah terlihat dari atas jembatan di depan banjir sudah menghadang, air sungai meluap ke jalan dari jembatan sampai 100 meter ke depan, beberapa sudah nekat mendahului ke depan, dan beberapa masih nankring di pinggiran melihat kehebohan pagi ini. Di sisi lain saya melihat aktivitas penyewa tumpangan motor medapatkan customer. Harga yang dipatok cukup tinggi jadi saya tak tertarik dengan penawaran mereka. Sepatu masih melekat dikaki saya, bagaimana dengan banjir didepan. Akhirnya saya terpaksa melepas sepatu saya dan nekat ikut terjun ke dalam arus banjir.
Sebernarnya dalam hati gundah gulana tapi apa boleh buat saya coba untuk banyak berdoa saja. Motor saya cukup tinggi jadi insya Allah bisa mengarungi banjir ini. Dengan mengekor pengendara di depan perlahan saya menerjang dengan kondisi nyeker alias bertelanjang kaki. Saya pastikan motor tidak boleh berhenti sampai lepas dari banjir ini. Setelah memasuki area banjir asap mulai mengepul dari balik mesin. Jiah...kekhawatiran mulai muncul...Please..motor yang kuat yah...I know u can do it... Terus saya laju motor dengan tatapan penuh kepastian, banjir segera kita lewati.
Akhirnya dengan segenap tenaga dan sedikit berdarah-darah zona itu mampu saya lewati, dengan perasaan penuh kelegaan saya melaju lebih cepat dengan kondisi kaki masih nyeker. Ah...finally ....perasaan ini sungguh riang tak terkira dan rasa penuh kelegaan, "spechless" -Ini lebai lagi huuu-. Saya berhenti untuk sesaat dan memakai kembali sepatu saya. Di sisi kanan saya terlihat antrian cukup panjang untuk memutar balik. Yah pagi yang cukup kacau, satu jam lebih saya habiskan untuk menerjang banjir itu. Kondisi ini menyebabkan jalan Ciledug Raya cukup lengang dari biasanya lantaran tertahan di Ciledug Indah. Jalan ini menjadi satu jalur utama penyambung antara Tangerang selatan dan Tangerang dengan Jakarta. Total perjalanan saya pagi ini tercatat cukup lama yakni hampir 2 jam, meski belum bisa mengalahkan rekor tahun lalu. Awal musim hujan yang cukup menyusahkan, entah bagaimana selanjutnya. Sepertinya tahun demi tahun selalu terulang dan tidak ada tindakan preventif agar bagaimana caranya banjir segera bisa diatasi. Semua menggantung dan hanya mampu sampai pada wacana yang tak ada realisasi. Sejauh manakah kompleksitas banjir ini akan terurai? Kita lihat saja nanti, tentunya dengan peran serta kita yang baik pula. Ya sudahlah, saya sudah duduk di depan meja kerja saya, ah iya bungkusan sarapan saya! Mari lah kita sarapan dulu saja, even it was late breakfast.
Bintaro-Ciledug-keb.lama, 18 Nov 13

Saturday, September 28, 2013

Kekonyolan antara HP dengan TELEPON

Dari pagi menginjakkan kaki di ruang kubikal ini saya terus disibukkan dengan sejumlah pekerjaan yang menumpuk sejak kamarin sore ditambah dengan masukan kerjaan baru yang terkadang diminta urgent untuk diselesaikan. Sampai menjelang siang sang OB datang membawa selembar menu untuk dipesan oleh masing-masing karyawan. Urusan menu makan saya selalu mikir agak lama megingat saya harus mempertimbangkan nilai gizi dan efek yang ditimbulkan terhadap tubuh saya #gayane sok menghitung kalori. Tapi alhasil saya masih tetap kurus alias kerempeng haha.
Saya bergegas dengan pekerjaan saya kembali, sementara sang OB sudah jalan menuju target tujuan dimana menu tersebut dijual. Yah..kalau tidak warteg belakang kantor mentog warung sunda. Nasi padang di Pasar Mayestik atau Sup iga di belakang RS Pertamina menjadi pilhan terakhir, bukan karena bosan tapi karena memperhitungkan kocek, cukup sesekali saja lah. Ketika saya sibuk dengan laptop di depan saya, berderinglah HP di meja saya. Deny si OB kantor menelpon. Ada apakah? Biasanya ada yang habis dengan salah satu pesanan kami.
Tepat dugaan saya, Si Deny mengatakan bahwa pesanan Ikan Basmol Mbk Lin habis, dan saya diminta untuk menanyakan karena HP mbak Lin tak bisa di hubungi..alias offline.
Telpon dari Deny tidak saya putus sementara saya menghubungi Mbak Lin melalui telepon line kantor. Saya tekan line 9 ke ruang mbak Lin dan memberitahu kalo Deny telpon menanyakan soal menu Mbak Lin yang habis… Mbak Lin mengatakan kepada saya untuk mengganti dengan menu ikan yang lain, terserah katanya.
Sementara telpon dan HP ada di kedua telinga saya…
Mbk Ugs di depan saya dengan tampang syirik mengatakan.. “Belagu banget c telpon sampai dua-duaan gitu.. “ ,sementara itu ada rekan saya si Ros berada di sebelah saya sedang sibuk mencari file di laptop saya. Saya tak menghiraukan dengan file yang sedang dicari Ros..
Dengan tanpa maksud apa-apa dan ekspresi muka saya yang datar, saya langsung kembali menelpon Deny dan bilang.. “Nih Den ngomong langsung aja sama Mbak Lin… (handphone saya arahkan ke gagang telpon kantor yang terhubung ke line Mbak Lin..) Langsung HP dan Telpon saya dekatkan…
Seketika itu si Ros langsung lari menjauh terkencing-kencing menertawakan tingkah saya berikut dengan mbk ugs..
Saya baru ngeh.. dan dengan santai tanpa beban, saya berkata “oh ga bisa ya…?”
Saya baru menyadarai saya telah melakukan hal konyol… Sampai akhirnya saya pun ikut tertawa terpingkal-pingkal..
Telepon dengan Mbak lin masih tersambung ….saya menjawab ke Mbak Lin pun dengan kondisi tertawa ga jelas…. Mbk Lin pun bingung dengan ikut tersenyum bertanya-tanya…
Saya masih terus tertawa terbahak-bahak, sampai menulis tulisan ini pun saya masih tersenyum geli…
Nah begitulah salah satu kekonyolon yang saya buat ketika bekerja… Paling tidak ada jeda yang membuat saya fresh kembali dalam setiap kesibukan yang terjadi.
Salam kangen untuk teman-teman Bavaria, 28 Sept 13

Friday, September 20, 2013

Kuku Macan dari Samarinda

Ini kali kedua saya menginjakkan bumi Borneo. Akhirnya saya kembali. Saya tersenyum ketika mendapat balasan sms dari seorang dosen di Samarinda. Salah satunya kalimat sms-nya adalah 'rupa terbukti, jika sudah minum air Mahakam, pasti kembali lagi'. Ungkapan tentang hal tersebut memang sudah saya dengar sejak lama. Entah mitos ini terbukti pada saya atau tidak, belum ada sebulan saya sudah kembali ke kota ini lagi.

Samarinda kota Tepian, begitulah jargon dari ibukota Propinsi Kalimantan Timur ini. Kota yang cukup padat dengan pembangunan yang terus berkembang.

Menuju Samarinda ditempuh selama 3 jam dari Balikpapan. Sejauh ini belum ada penerbangan ke Samarinda yang langsung dari Jakarta sehingga Anda perlu menggunakan travel, atau menyewa kendaraan pribadi. Travel  biasanya tarif berkisar 100ribu rupiah sedangkan kendaraan pribadi jauh lebih mahal bisa sampai 400ribu. Kondisi perjalanan memang berliku karena kontur jalan yang berbukit-bukit. Ada beberapa pesawat komersial tertentu yang melayani penerbangan dari Balikpapan menuju Samarinda. Namun ketersediaan pesawat ini hanya pada jam-jam tertentu saja.

Kota Samarinda terbelah oleh Sungai Mahakam, yang merupakan sungai terpanjang di Kalimantan. Sungai ini pun menjadi jalur perjalanan perahu-perahu besar termasuk kapal pengangkut hasil tambang seperti batu bara. Sepanjang sungai di dekat jembatan utama disediakan ruang terbuka hijau yang cukup nyaman untuk bersantai, bahkan tersedia arena bermain untuk anak-anak. Setelah melewati jembatan Mahakam kita akan masuk ke pusat kota Samarinda. Disambut dengan bangunan masjid yang cukup megah dengan menara-menara yang menjulang kokoh ke angkasa. Bangunan ini adalah Islamic centre sebagai pusat kegiatan untuk kaum Muslim di Samarinda.

Mengunjungi sebuah daerah tak lengkap tanpa membawa sesuatu yang khas dari daerah tersebut. Saya mendapatkan sebuah kerajinan tangan yang unik dan ini sangat borneo. Sebuah kantong yang dianyam dan kain batik borneo yang mempunyai karakteristik tersendiri. Soal makanan, Samarinda punya kuku macan yang merupakan amplang atau kerupuk ikan yang gurih dan renyah. Rasa dominan ikan yang terasa dengan bumbu khas membuat saya tak berhenti memakannya. Mengkin ada persamaan dengan daerah lain yang mempunyai kerupuk seperti ini hanya saja di Samarinda kerupuk ini berbentuk seperti kuku yang meruncung di kedua ujungnya. Mungkin inilah alasan mengapa disebut dengan kuku macan.

Friday, September 6, 2013

Sawo dari Bukit Pathok

Saat ini geliat pariwisata di Daerah Gunung Kidul terus berkembang. Kita mengenal objek wisata seperti Goa Pindul, Gunung Purba, Air terjun Sri Gethuk, dan beberapa wisata pantai baru yang di buka seperti pantai Indrayanti.

Jika anda berangkat dari Jogjakarta perjalanan yang anda tempuh akan cukup panjang dan berliku. Namun jalan aspal yang dilalui cukup halus, hanya saja saat ini perjalanan sering tersendat karena macet. Arus perjalanan cukup padat terjadi terutama pada saat liburan atau weekend. Melewati bukit Patuk anda akan disuguhkan pemandangan yang cukup menarik pada saat awal menanjak. Akan terlihat pemandangan kota jogja dengan latar gunung merapi di sisi utara. Apalagi jika anda berada pada saat matahari tenggelam. Cukup banyak warung-warung yang dapat kita singgahi untuk duduk-duduk menikmati pemandangan jogja yang luas terhampar.

Setelah melewati bukit patuk dan sebelum hutan Wanagama, anda akan mendapati para penjual buah. Umumnya buah yang dijual adalah buah sawo yang merupakan hasil dari daerah tersebut. Buah berwarna coklat ini cukup manis dengan daging buah yang cukup banyak. Cocok untuk oleh-oleh karena buah ini jarang dijual di pasaran atau di supermarket. Selain buah sawo ada makanan khas oleh-oleh dari Gunung Kidul yang cukup menarik seperti tiwul yang berbahan dasar ketela. Banyak varian oleh-oleh dari daerah ini yang berbahan dasar ketela. Saat ini Gunung Kidul bukan lagi menjadi daerah tandus yang sulit air. Penghijauan cukup baik dan beberapa daerah telah menjadi produktif dengan hasil-hasil pertanian yang cukup menjanjikan.

Saturday, August 24, 2013

Sejenak menjelajah Lombok

Perjalanan dinas ke kuar kota pada saat bulan Ramadhan itu punya kesan tersendiri. Ini kali kedua saya melakukan perjalanan dinas ke luar kota ketika bulan Ramadhan.

Perjalanan kali ini mengharuskan saya pergi ke kota Mataram di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pengalaman berbuka di bandara pun saya alami. Meskipun hanya sendiri tapi saya coba untuk menikmati perjalanan ini.

Lombok kita kenal sebagai sebuah daerah wisata dengan keindahan panorama yang tak kalah cantik dengan pulau dewata Bali. Namun karena aktivitas kerja saya yang cukup padat akhirnya saya hanya bisa menyempatkan untuk singgah ke sebuah pantai baru tidak jauh dari hotel tempat saya menginap. Cukup dengan hanya 5 menit dari pusat kota, saya bisa menikmati sejenak pantai Loang Baloq. Sebuah pantai yang cukup menarik karena terdapat pula danau di bibir pantai dengan gubug-gubug yang bisa dijadikan tempat untuk bersantai.

Beruntung saya punya teman di sini, sehingga saya pun tak perlu bingung ke mana saya akan pergi. Setelah urusan pekerjaan selesai saya ditemani keliling kota Lombok , berbelanja oleh-oleh, dan mampir ke rumahnya. Suasana ramadhan di kota Mataram hampir sama dengan kota lainnya. Setiap sore akan banyak muncul para pedaang hidangan takjil seperti kolak, es buah, dll. Makanan khas di sini umumnya pedas seperti kita tahu ayam taliwang contohnya. Sayangnya saya tak berani mencobanya karena kondisi lambung saya yang belum bersahabat dengan makanan pedas. Oleh-oleh yang wajib anda bawa adalah mutiara. Dengan harga yang cukup terjangkau anda dapat membeli berbagai macam bros, cincin, kalung, atau tasbih.

Cukup menarik dan mengobati rasa lelah saya selama dinas di kota ini. Bulan Ramadhan bukan menjadi penghalang dalam menjalani pekerjaan saya selama di Lombok. Meskipun saya harus menghilangkan angan-angan saya tentang Gilitrawangan atau pantai senggigi karena waktu yang tak cukup. Lokasi wisata di Lombok memang tidak banyak dijumpai di pusat kota. Begitu pun dengan  hotel-hotel lebih banyak kita jumpai di daerah pantai Senggigi.

Lombok, 23-26 Juli 2013

Saturday, August 17, 2013

MACETNYA MUDIK YANG FANTASTIS

Mungkin perjalanan mudik saya bisa dibilang mencapai rekor karena memakan waktu 28 jam. Dengan jarak tempuh sekitar 600 km dari Jogjakarta menuju Jakarta. Perjalanan yang sangat menyita waktu ini terjadi pada saat arus balik. Jauh lebih lancar ketika perjalanan pulang ke rumah di Jogja. Saya sudah memperkirakan bahwa saya akan balik ke Jakarta pada saat puncaknya. Ketika orang-orang pulang pada saat yang sama pada akhir libur Lebaran. Namun saya tak merisaukan hal tersebut dan mencoba menghadapi dan menikmati.

Seninya orang mudik memang seperti itu, dihadapkan pada kemacetan dengan barang bawaan yang menggunung dan serbaneka lainnya. Lebaran kali ini saya mencoba mudik menggunakan mobil seperti tahun kemarin. Saya bergantian menyusuri jalur selatan jawa melewati kebumen-ciamis-tasik-bandung-Jakarta. Perjalanan dari Purworejo sudah merayap sampai kebumen. Kemacetan sepanjang daerah ini disebabkan oleh adanya traffic light dan jalan yang dilalui rel kereta. Kemacetan di Kebumen masih bisa ditolerir karena kendaraan masih bisa berjalan meskipun dengan kecepatan yang lambat karena harus mengantri.

Namun yang terjadi setelah solat subuh di perbatasan ciamis tasik kemacetan mulai terjadi kembali. Sampai pagi pergi dan siang mulai datang kami masih stag di wilayah tasik. Dengan kontur jalan yang berliku dan pemandangan yang cukup indah kami tersendat mengantri. Mobil berhenti kemudian maju 5 meter dan berhenti lagi, begitu seterusnya. Ada apakah gerangan ini, kemacetan seperti tak berujung. Hmm...kami pun kelaparan.. segala isi di mobil kami keluarkan demi mengganjal perut. Bensin pun sudah mulai tiris. Kami semua sudah kelelahan plus lapar. Menemukan sebuah rest area yang cukup representatif kami mampir skaligus solat dzuhur. Sayang restoran yang kami singgahi kehabisan stock makanan dan harus menunggu lama.

Tanpa berpikir lama kami memutuskan untuk kembali ke antrian mengikuti kemacetan lagi. Sebelumnya kami mengisi bahan bakar di rest area tadi. Kami terus menyusuri perbukitan dengan jalan yang sempit. Sampai pukul 2 siang akhirnya kami sampai di sebuah rest area. Perjalanan yang cukup melelahkan dari tasik menuju garut yang normalnya hanya sekitar 1 jam harus kami tempuh dalam waktu 7 jam.

Sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Perjalanan melalui jalur selatan memang lebih cepat dibanding dengan jalur utara. Namun jika kemacetan terjadi jalur selatan akan lebih sulit terurai dibanding jalur utara. Hal ini dipengaruhi oleh kondisi geografis selatan yang berbukit-bukit dan lebar jalan yang sempit. Selain itu jalur selatan setelah memasuki tasik tidak banyak jalur alternatif yang bisa dilalui.

Nah bagaimana dengan perjalanan mudik anda? Sebagai sebuah pengalaman perjalanan mudik memang harus kita rencanakan dengan matang dan pandai-pandai memilih waktu.

Wednesday, August 7, 2013

Rindu Ramadhan : JABURAN TARAWEH

Selepas mengisi perut dan sholat magrib saya bersiap untuk berangkat sholat taraweh. Adzan Isya pun berkumandang dari masjid yang tidak jauh dengan rumah saya. Namun tujuan saya untuk sholat Isya sekaligus Taraweh kali ini tidak ke masjid. Tujuan saya adalah ke sebuah garasi di rumah salah satu warga. Sholat taraweh khusus untuk anak kecil memang tidak dijadikan satu dengan orang dewasa, sehingga untuk anak kecil dipisahkan. Saya bertemu dengan banyak teman yang lain, seru dan ramai. Layaknya anak kecil maka tak lepas dari bercanda dan bermain. Sholat saya jalani sampai selesai begitu dengan teman-teman yang lain . Tak ada yang pulang ditengah-tengah sholat. Selesai sholat saya pulang dengan makanan kecil ada di tangan. Jaburan kali ini saya dapat roti bolu kukus yang dibungkus dengan plastik bening. Baru akan saya makan ketika sampai rumah. Ya begitu lah cerita saya sewaktu kecil saat bulan Ramadhan.
Kegiatan ramadhan untuk anak-anak dikampung saya biasanya dikelola oleh remaja masjid. Banyak juga mahasiswa perantauan yang ikut berpartisipasi. Sebetulnya tak hanya kegiatan taraweh saja tapi juga ada event-event Ramadhan lain yang bisa diikuti. Setelah sholat Isya Ustad akan memberikan ceramah. Sebagian besar yang disampaikan adalah cerita nabi dan rasul, selain menarik disajikan dalam bentuk dongeng cerita ini sekaligus sebagai tauladan dan contoh untuk anak-anak. Setelah ceramah kemudian dilanjutkan dengan sholat taraweh 8 rakaat dan ditutup dengan sholat witir 3 rakaat. Totalnya adalah 11 rokaat.
Setelah selesai sholat taraweh untuk anak-anak yang sudah sekolah biasanya harus menemui ustad yang bertindak sebagai imam atau penceramah untuk diminta tanda tangan. Waktu itu memang setiap Ramadhan untuk pelajaran agama selalu ada tugas mengisi buku tugas dimana setiap anak harus melaporkan sholat taraweh yang dikiuti. meliputi materi ceramah dan penceramahnya siapa. Nah selain ada yang antri dengan tanda tangan ustad kemudian ada antrian berikutnya di pintu keluar garasi. Inilah yang ditunggu-tunggu, kami pun mengantri satu-satu untuk mendapatkan jajanan yang dibagikan kakak. Nah makanan ringan ini disebut dengan istilah jaburan di kampung kami. Sewaktu kecil saya tinggal di Wirobrajan, Sebuah kampung di barat kota Jogja. Mungkin kita bisa menjumpai adat yang sama di kampung lain atau beragam adat yang berbeda. Sekalipun ini hanya jajanan kecil tapi paling tidak ada pembangkit semangat bagi anak kecil untuk tetap aktif beribadah di bulan ramadhan.
Hal ini cukup memotivasi anak-anak untuk ikut sholat taraweh sampai selesai, tentunya dengan tertib dan tenang. Dan sampai akhir Ramadhan pun anak-anak akan tetap ikut sholat taraweh berjamah berbeda dengan jamaah di masjid yang semakin hari semakin berkurang jamaahnya. Biasanya yang terjadi seperti itu. Tradisi memberi jaburan saya lihat masih ada sampai sekarang. Masa-masa kecil yang menyenangkan dan saya rindukan.
Jogja, 8 Agustus 2013 - 1 syawal 1434 H

Saturday, July 27, 2013

BINTARO JAYA PERUMAHAN TERDEPAN DI SELATAN JAKARTA

Selepas subuh saya mencoba keluar untuk berolah raga. Saya mencoba mengajak teman yang lain. Hari ini minggu pagi yang cukup cerah. Saya mengayuh sepeda saya keluar dari komplek tempat saya tinggal di Discovery residence melewati boulevard bintaro yang cukup luas. Banyaknya pepohonan menjadi penyumbang oksigen yang cukup banyak menjadikan area ini cukup teduh dan sehat. Mengayuh sepeda menjadi nyaman karena pepohonan rindang di sepanjang jalan dan terdapat lajur khusus untuk sepeda.
Minggu pagi biasanya selalu ramai dengan banyaknya orang berolah raga. Selain saya yang bersepeda ada yang melakukan aktivitas joging dan yang lain ada pula yang senam bersama yang dipandu oleh seorang instruktur. Bagi anda yang suka joging Bintaro Jaya menyediakan fasilitas berupa forest joging track yang nyaman.
Sepeda saya kayuh dengan santai sambil sedikit bersenda gurau dengan teman-teman saya. Sampailah saya di pusatnya Bintaro yakni meliputi area sektor 9 sampai sektor 7. Saatnya rehat dulu sejenak di Menteng Park. Taman ini cukup nyaman dan memberikan ruang hijau di tengah pusat kawasan kota mandiri Bintaro Jaya. 

Bintaro Jaya The profesional's city adalah pilihan tepat menentukan tempat tinggal. Bintaro Jaya Tak hanya mengedepankan kenyaman hunianan namun juga memberikan berbagai fasilitas apa pun bagi penghuninya termasuk kemudahan aksesnya. Perumahan Jakarta Selatan yang membentang sampai area Tangerang Selatan ini telah membentuk sebuah ikon baru di Jakarta. Jaya Property sebagai pengembang telah mampu mengembangkan perumahan Jakarta Selatan ini menjadi kawasan kota mandiri yang cukup bergengsi. Perumahan yang tak cukup hanya menjadi tempat hunian namun juga memiliki beragam fasilitas publik termasuk pusat bisnis dan komersial. Pengembangan yang berkesinambungan telah membuat kawasan ini tumbuh menjadi kawasan dengan peluang bisnis dan investasi yang cukup menarik. Maka akan sangat beruntung jika tempat tinggal dan tempat bekerja ada dalam satu kawasan ini. Sehingga tak perlu lagi stres dengan permasalahan kemacetan setiap hari. Tidak salah jika Bintaro Jaya the profesinal city adalah sebuah lokasi hunian yang prestigius.
Angin berhembus cukup kencang. Menyegarkan kami kembali setelah bersepada. Duduk-duduk bersama dengan teman yang lain cukup merefresh otak kita. Di sekitar Menteng Park inilah bisa dibilang jantungnya kota bintaro. Selain terdapat pusat perkantoran juga terdapat pusat perbelanjaan, rumah sakit ternama, pasar modern, dan fasilitas yang lain. Selain itu jika Anda ingin pergi ke Pondok Indah atau ke pusat kota Jakarta cukup menggunakan Trans Bintaro yang bisa anda akses dari suttle bus yang berada di pasar modern. Jika anda menggunakan mobil pribadi untuk akses menuju pintu tol sangat dekat dan tanpa macet. Kita berharap selain bus dan kereta sebagai penghubung antar kota ke depan dapat dibangun pula mass trapid transit (MRT) yang terkoneksi dengan pusat kota di Jakarta. Saya yakin perkembangan pembangunan khususnya di Bintaro akan berkembang pesat. Kita bisa melihat bagaimana master plan yang telah dirancang oleh Jaya Property ke depan dengan melihat di web http://www.jayaproperty.com
Mempunyai rumah atau berinvestasi di Bintaro Jaya memiliki banyak peluang dan keuntungan yang menarik. Kenyamanan dan kesehatan terjamin dengan keramahan lingkungan yang mendukung serta keuntungan bisnis anda akan terus meningkat.

Selain pusat perbelanjaan dan supermarket Bintaro Jaya juga memiliki pasar modern. Pasar ini adalah pasar yang dikelola secara profesional sehingga tercipta pasar yang tertata rapi dan bersih. Setelah bersepeda nanti teman saya mengajak mampir ke pasar ini untuk membeli buah atau sayur. Perlu diketahui juga terdapat pasar subuh di pasar modern ini yang menjajakan segala macam jajanan pasar. 
Perjalanan saya lanjutkan ke arah sektor 3. Sepanjang jalan dari sektor 7 menuju sektor 3 akan banyak kita jumpai beragam gerai makanan yang menjual sajian kuliner otentik berbagai daerah. Anda dapat berwisata kuliner kapan saja jika Anda tinggal di Bintaro. Anda bisa menemui Steak Abuba, Ayam bakar mas Mono, gudeg Jogja, coto Makasar, rumah makan spesial sambal, dan banyak rumah makan menarik lainnya. Saya terus melanjutkan mengayuh sampai menuju sektor 1 kemudian memutar kembali menuju tempat semula. Di sektor 1 ini kita masih menjumpai banyaknya ragam kuliner yang menarik. Saya coba untuk mampir membeli sarapan bersama dengan teman-teman.
Pagi yang menyenangkan saya habiskan bersama dengan teman-teman. Menikmati kenyamanan Bintaro Jaya yang menyajikan segala kebutuhan untuk penghuninya. Saya berharap Bintaro Jaya akan selalu mengedepakan prinsip go green dalam pengembangan kawasannya. Dengan demikian lingkungan sekitar akan tetap terjaga dengan baik.

Sunday, July 7, 2013

KOPI ADA DI MANA-MANA

Minum kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup. Banyak produk kopi jenis baru bermunculan begitu pula dengan cafe atau warung kopi yang menawarkan beragam konsep. Dimana pun anda berada, kopi bisa anda dapatkan dengan mudah. Begitu pun dengan pedagang asongan tak luput menjual minuman yang satu ini.
Mereka biasanya menggunakan sepeda atau sepeda motor, dengan menggunakan sebuah kotak dibelakangnya untuk tempat thermos air panas ataupun thermos es. Kemudian biasanya mereka mendisplay berbagai minuman sachet yang direnteng dengan cukup rapi. Berbagai jenis minuman siap saji ada termasuk kopi. Anda bisa mendapatkannya dengan hanya membayar tidak sampai lima ribu rupiah. Mereka biasanya berkeliling di lokasi perkantoran, lokasi proyek pembangunan dan lokasi strategis lainnya.
Jika Anda berada di Jakarta dan terjebak dengan macet yang cukup panjang dan lama maka tidak usah khawatir jika tidak ada stock minuman di mobil Anda. Biasanya ada pedagang asongan yang berlalu lalang di tengah jalan. Lucunya ada hal menarik yang saya lihat, yakni mereka menjajakan minuman botolnya dengan sebuah ember bekas tempat cat. Ember bekas ini bersih tentunya dan di isi dengan bongkahan es batu yang membuat minuman menjadi dingin. Beragam minuman yang dijual salah satunya adalah kopi yang mencegah Anda mengantuk di perjalanan.
Perkembangan pembangunan di kota-kota besar saat ini telah memunculkan beragam fenomena yang cukup ironis. Kita bisa melihat bagaimana kesenjangan begitu jauh terlihat. Termasuk dengan berkembangnya bisnis kopi. Bagaimana tidak? Anda pun bisa mendapati sebuah kafe dari brand international berada di universitas, rumah sakit sampai pusat perkantoran. Biasanya kafe atau warung kopi menawarakan beragam konsep yang nyaman bagi penikmat kopi. Datang ke kafe tujuannya tidak hanya ngopi tapi sekaligus konkow-konkow, ngobrol dengan teman atau relasi bisnis. Kita bisa mendapatkan fasilitas gratis internet. Bagi mereka merogoh kocek yang cukup banyak tak masalah karena tak hanya sekedar ngopi yang mereka dapatkan. Tapi lepas dari apa pun itu semua adalah pilihan dengan bagaimana Anda akan menikmati kopi.

Thursday, July 4, 2013

RUMAH SIAP HUNI di SUKMAJAYA DEPOK

Bagi Anda yang sedang mencari rumah di daerah Depok, berikut kami tawarkan sebuah rumah minimalis siap huni.
Lokasi strategis menuju tol Jakarta maupun ke arah Jl. Margonda Raya Dekat dengan fasilitas publik, rumah sakit, sekolah, dan pusat perbelanjaan.
rumah tampak depan
ruang tamu
ruang keluarga
dapur
halaman samping yang dapat difungsikan sebagai untuk taman
DESKRIPSI RUMAH
Luas tanah : 105 m2
Luas bangunan : 92 m2
Bangunan terdiri atas :
- ruang tamu
- ruang keluarga
- 3 kamar tidur
- 1 kamar mandi
- dapur
- 1 tempat cuci
- pekarangan belakang
- halaman depan untuk tempat mobil
- halaman samping
HARGA : IDR 260.000.000 negotiable
Lokasi :
Jl. Kemang raya, Sukmajaya Depok
Akses : Dari Jl. Raden Saleh masuk ke arah studio alam TVRI, masuk melalui gang sebelah SDN Sukmajaya 4 atau gang sebelah Kemang Swatama Residence
https://maps.google.com/maps/ms?msid=207812157598111731504.0004e0abe5826ac82bc27&msa=0

Lihat Tempat Tersimpanku di peta yang lebih besar
Lokasi strategis dengan kemudahan akses ke berbagai fasilitas publik
Tersedia transportasi publik : angkot pink
15 menit menuju terminal depok, stasiun depok lama, tol depok - jakarta
15 menit menuju Jl Margonda- Margo City, DeTOS, Kampus UI Depok
5 menit menuju rumah sakit terdekat

Wednesday, June 26, 2013

JAGUNG MANIS SIANG ITU

Siang ini saya bertemu dengan seorang bocah laki-laki yang meyadarkan saya tentang arti syukur. Banyak hal yang dapat mengingatkan kita tentang pentingnya bersyukur. Sengaja ataupun tidak disengaja, sadar atau tidak sadar banyak sekali hal yang mampir di otak kita. Suatu hal yang inspirasional sangat lah banyak kita dapatkan dari apa pun. Pada prinsipnya kehidupan itu punya asal usul yang akan mengalami proses entah endingnya akan bahagia atau pun tidak, yang dipelajari adalah prosesnya.
 
Hari ini saya ada jadwal bertemu dengan customer di kawasan puspitek yang berada di daerah Tangerang Selatan. Kawasan ini memang jauh dari hiroek pikoek kota, berada dalam satu area yang masih dipenuhi dengan banyak pohon yang membentuk kebun atau hutan sebagai pusat kawasan penelitian. Setelah menyelesaikan urusan dengan customer kemudian saya berpamitan, ketika membuka pintu keluar saya melihat ada seorang bocah laki-laki yang terbaring lesu sampai tertidur pulas. Tampak wajah kelelahan di raut wajahnya yang terpejam, kulitnya tampak kelam akibat paparan sinar matahari dan tampak keringat yang masih sedikit tersisa di dahinya. Siang ini memang terik dan tak sedikit pun awan melintas. Terlebih lagi Tangerang memang merupakan daerah yang cukup panas menurut saya, kondisi ini terjadi karena banyaknya kawasan industri di sekitar tangerang sehingga mempengaruhi lingkungan pemukiman.
 

Dengan sandal jepit yang masih terpakai dikakinya. Bocah ini cuek dengan kondisi sekitar. Kantor yang saya kunjungi memang sepi dan tenang, tak banyak orang yang berlalu lalang. Saya melihat disampingnya ada sebuah baskom berisi jagung rebus yang disusun dengan rapi dan di atasnya terdapat satu pack kantong kresek sebagai pembungkus jagung bagi pembeli. Sambil mengambil sepatu dirak yang tersedia diluar gedung saya coba memperhatikan bocah ini.  

Saya mencoba menghampiri dan berminat untuk membeli jagung tersebut. Itung-itung untuk camilan sore ini. Saya mencoba memanggilnya dan ternyata bocah tersebut langsung terbangun dengan raut wajah yang masih lesu. Saya bertanya, "Dik, jagungnya manis tidak?", bocah itu menjawab singkat, " manis mas". Akhirnya saya memilih dan membeli 2 buah jagung. Diambilnya tas kresek untuk membungkus jagung itu dan saya bayarkan 6.000 untuk 2 buah jagung itu. "Saya kembali bertanya, sudah pulang sekolah dik". Kemudian si Bocah menjawab, "iya sudah mas, langsung jualan jagung mas, bantu ibu".  

Saya cukup tertegun melihat kenyataan di depan saya. Apa yang pernah saya lihat di telivisi ternyata saya dapati di kehidupan saya. Seringkali saya melihat program telivisi yang menyangkan tentang kehidupan yang jauh dari kata sejahtera. Banyak anak-anak yang harus bekerja di masa kecilnya demi memperjuangkan untuk bertahan hidup, terkadang bangku sekolah pun tak dibisa mereka rasakan. Dan salah satu hal yang saya temui ini ada di pinggiran metropolitan yang jauh dari kata kekurangan. Ironis memang, terkadang kita melihat kesenjangan yang sangat jauh di depan mata kita.


Ya...fakta ini telah menyadarkan saya. Bagaimana arti syukur itu sendiri. Maka tak sepantasnya kita mengeluh, tak sepantasnya kita mudah menyerah dan putus asa. Saya merasa bersyukur karena Allah banyak mengingatkan saya dengan banyak cara yang indah. Apa pun yang saya kerjakan saat ini, saya harus coba tekuni dan optimalkan sebaik mungkin. Dengan harapan saya bisa meraihnya untuk diri saya dan orang lain. Amin

Thursday, June 6, 2013

ngilusensi : FENOMENA KOPI

Kopi semakin diminati. Beragam kopi instan muncul dengan berbagai macam pilihan rasa. Sekarang tinggal bagaimnan selera Anda, silakan pilih :)

Monday, June 3, 2013

Menikmati Hidangan ala Keraton Jogjakarta

Hari beranjak siang dan perut mulai keroncongan. Saya dan teman sudah puas mengitari Taman Sari, sudah puas juga narsis-narsis an. Mengabadikan diri dengan background bangunan tua di Taman Sari. Kami memutuskan untuk keluar lewat pasar ngasem. Aktivitas pasar ngasem saat ini hanya untuk berjualan kebutuhan pokok pangan seperti beras, buah dan sayuran. Namun di seberang pasar masih ada beberapa kios yang berjualan burung dan hewan peliharaan lainnya seperti ikan hias dan kucing. Sebelumnya pasar ngasem memang digunakan sebagai pasar burung namun untuk saat ini sudah direlokasi di selatan Jogja dengan tempat yang lebih luas dan memadai.

Dari pasar ngasem kami berjalan ke arah kanan pasar. Jalan tampak ramai dengan lalu lalang kendaraan beradu dengan pengayuh sepeda, becak, dan andong. Hilir mudik dan suara bel berdering dari becak atau lonceng dari kuda yang menarik andong menjadi warna tersendiri. Berjalan sebentar kami menemui petunjuk bertuliskan Bale Raos  yang mengarah masuk ke komplek kraton. Kami mencoba untuk masuk, ada sekitar 50 meter untuk masuk ke dalam. Di depan gerbang ada sebuah pendopo yang dipagari dan terdapat sebuah lampu kota khas jogja di setiap sudut pendopo. Kemudian di sebuah sudut halaman terdapat lonceng. Saya kurang tahu fungsi dari lonceng itu sendiri, namun di deket lonceng tersebut ada sebuah pos yang di jaga oleh abdi-abdi dalem kraton. Di sebelah pos tersebut ada gerbang yang ditutup dengan ornamen kepala naga di sisi kanan dan kiri.
Bagian halaman depan Bale Raos
 
Namun dari sekian bangunan yang terbuka adalah gerbang dengan tulisan Bale Raos. Ya resto ini terletak di area Kagungan Dalem Kemagangan yang merupakan akses paling dekat untuk masuk ke Induk Kraton ( Area Kedaton ).

Masuk gerbang kami langsung disambut oleh kandang besar di sisi kanan dan kiri, di dalam terdapat burung perkutut. Burung ini merupakan burung khas jawa yang punya suara merdu. Resto ininmemiliki tiga bangunan utama yakni dua pendopo untuk tempat makan dan satu pendopo lagi sebagai galeri untuk produk batik dan kerajinan.
 

Nah saatnya makannnn. Ada menu-menu menarik yang bisa dipilih yakni salah satunya ada menu kesukaan sultan seperti bebek suwar suwir. Makanan ini adalah kesukaan Sri Sultan Hamengkubuwono ke X. Saya mencoba untuk memilih menu sup timlo. Isinya ada rolade, jamur yang dipadu dengan irisan daging ayam serta ada tambahan seafood dengan cita rasa yang lembut dan menghangatkan. Untuk menu minuman anda bisa mencoba minuman secang, beras kencur dan beragam minuman yang lain.
Soup timlo dipadu dengan minuman secang
 Di sisi bagian tepi pendopo terdapat sebuah tulisan-tulisan yang merupakan kesan-kesan dari pengunjung mengenai tempat ini. Ornamen-ornamen jawa yang menjadi dekorasi dan iringan musik gending jawa membuat kami serasa dibawa ke era jaman keraton kala itu. 

Bagi anda yang suka dengan wisata kuliner, maka jangan lewatkan tempat ini sebagai salah satu tujuan anda jika anda sedang berkunjung ke Jogja.

Monday, May 20, 2013

Indahnya SILATURAHMI

Suatu siang saat itu sembari di sela-sela saya menemui customer di bilangan Salemba yang padat. Saya bertemu dengan teman satu almamater saya dulu ketika kuliah. Dari pertemuan itu saya mendapatkan kontak teman yang lain. Dewasa ini orang lebih prefer untuk meminta PIN BB dari pada nomor telepon. Sebagian besar memang masyarakat Indonesia adalah pengguna Blackberry sehingga nomor PIN sudah menjadi prioritas dari pada nomor telepon. Namun ujung-ujungnya dalam kondisi urgent dan butuh untuk bicara langsung akhirnya nomor telepon tetap diminta.  sebenarnya nomor telepon lebih fleksibel karena untuk beberapa aplikasi chatting secara otomatis sudah terdeteksi tanpa harus invite seperti di aplikasi BBM. Hmmm... Mengapa saya jadi ngomongin masalah PIN.



Baiklah kembali ke pembicaraan semula bahwa silaturahmi itu akan membuka pintu rejeki. Cerita punya cerita dari mendapatkan kontak-kontak teman lewat pertemuan kemarin akhirnya terjalin komunikasi dan bertukar pengalaman. Sampai akhirnya saya mendapatkan tiket seminar seharga satu juta dari teman saya. Terbukti kan silaturahmi itu berkah.

Teman saya memang pada saat itu berhalangan hadir untuk datang ke seminar. Topik seminar saat itu adalah mengenai entrupheuneur, karena kami sama-sama berminat dalam hal entreupheneur akhirnya tiket itu diberikan kepada saya, meskipun sebenarnya saya ingin ganti pun tak masalah. Tapi temen saya mengikhlaskannya sebagai sedekah. Alhamdulillah. 

Nah itulah satu hal dari sekian banyak hikmah silaturahmi. Komunikasi saat ini menjadi semakin mudah dengan teknologi yang semakin berkembang pesat, tidak ada alasan untuk memutus tali silaturahmi. So...Keep contact guys... :)

Saturday, May 18, 2013

Pesan DESAINmu di sini

Masih bingung dengan desain gambar untuk logo, kaos atau barang apa pun? Gambar di atas adalah contoh produk desain gambar yang kami produksi berdasarkan pesanan.
Segera kami buka service centre untuk memenuhi kebutuhan desain-desain gambar yang Anda minta.
Salam Artalimu Team

Thursday, May 16, 2013

ngilusensi : AKU PAPAHMU...

Suatu saat bisa libur di rumah
Salah satu efek dari kemacetan di Jakarta adalah waktu di rumah menjadi sangat minim artinya waktu dengan keluarga menjadi kurang. Terlebih lagi jika rumah jauh dari kantor, bisa jadi waktu Anda habis di jalan. Saya pikir kemacetan di Jakarta sudah kronis, jam berapa pun atau weekend sekalipun kemacetan masih saja terjadi, dan pada akhirnya pada jam-jam sibuk akan bertambah parah.  

Nah apabila Anda punya anak balita mungkin bisa jadi anak Anda akan memanggil 'om'. Bagaimana tidak jika ketika Anda berada berangkat anak Anda masih tidur dan ketika Anda pulang anak Anda sudah tidur karena terlalu larut pulang. 


Monday, May 13, 2013

ngilusensi : SUNDAY MORNING

Minggu pagi biasanya sebuah tempat akan ramai dengan banyaknya orang berkumpul untuk senam, joging, bersepeda atau apa pun. Saat ini pun di beberapa tempat strategis diselenggarakan car free day. Moment inilah biasanya akan muncul banyak pedagang yang pada akhirnya jadi pasar dadakan. Kalau di sekitaran boulevard kampus saya dulu, moment minggu pagi ini disebut dengan "Sunday Morning". Nah sekarang tujuan utama ke Sunday morning bukanlah hanya sekedar untuk olah raga, tapi banyak hal bisa Anda lakukan, yang pasti jangan sampai menguras kocek Anda di pagi hari :D.

Saturday, May 11, 2013

ngilusensi : AUTIS

Chatting saat ini banyak ragamnya, tak hanya menawarkan chatting saja tapi juga tersedia fasilitas telepon gratis dan game. Terlebih lagi ada yang memberikan hadiah dengan mendownload fasilitas ini. Namun baiknya fasilitas ini Anda pergunakan dengan bijaksana dan positif.

Thursday, May 9, 2013

NGILUSENSI : Kota Mandiri

Saat ini bisnis properti menjadi bisnis yang menjanjikan. Banyak kita jumpai bermunculan pembangunan kompleks-kompleks perumahan baru yang disertai dengan pembangunan pusat-pusat perbelanjaan dan pusat bisnis. Satu area ini berkembang menjadi kota mandiri. Beberapa pengembang menghadirkan banyak konsep dan tema yang menarik terutama dalam hal lokasi yang strategis dan nyaman. Tapi di sisi lain kehadiran kota-kota mandiri ini tidak dibarengi dengan pembenahan infrastruktur disekitarnya sehingga tampak sekali perbedaan yang menonjol antara pembangunan daerah dengan pembangunan oleh perusahaan pengembang. Harapannya pemerintah setempat dapat bersinergi untuk membuat kota lebih tertata, bersih, indah dan nyaman.

Saturday, May 4, 2013

The Romantic of KINTAMANI Lake

Sepertinya perjalanan semakin menanjak, melewati jalan yang cukup curam dengan range jalan yang tidak terlalu lebar. Cukup lama juga untuk sampai ke tempat ini, hampir dua jam perjalanan dari Denpasar. Sampai di sebuah tempat parkir saya pikir sudah sampai, ternyata saya harus naik kendaraan lagi untuk menuju ke danau. Jalan menuju danau hanya bisa dilewati mobil paling besar minibus karena kondisi jalanan yang sempit dan cukup ekstrim.

Danau yang akan saya tuju adalah danau Kintamani yang terletak di kecamatan Kintamani kabupaten Bangli. Sebelum turun melewati jalanan yang curam ada tempat untuk mengamati pemandangan yang mengarah ke gunung Batur. Para pengunjung dapat menikmati pemandangan alam secara puas dengan landscape gunung Batur yang indah. Kondisi udara cukup dingin karena memang berada di dataran tinggi.

Melewati jalanan menuju danau lumayan tajam dan curam dengan jalan yang sempit, selain itu juga harus beradu dengan banyaknya truck yang melintas. Sebagian besar truck membawa pasir yang dihasilkan dari danau tersebut. Ada beberapa truck yang sengaja berhenti di tengah jalan dan ini cukup menghambat perjalanan. Sepanjang jalan kami di suguhi dengan pemandangan yang indah, semakin menurun dari kejauhan danau akan semakin terlihat. Perjalanan dari tempat parkir tidak memakan waktu lama, kurang lebih hanya lima menit saja.

Ada banyak restoran yang menyajikan beberapa menu makanan. Sayangnya saat saya berkunjung air sedang naik dan membuat beberapa saung mulai terendam air. Menurut penuturan salah satu pengelola restoran setempat memang air dari tahun ke tahun semakin naik. Apalagi jika setelah turun hujan kondisi air akan semakin naik. Sejauh ini pengelola melakukan pengurukan pada beberapa tempat agar tidak merendam bangunan di pinggir danau. Jadi waktu yang tempat untuk berkunjung ke tempat ini adalah saat musim kemarau.

Menu makan siang kali ini adalah olahan ikan segar hasil dari danau ini. Nikmat rasanya sambil tenggelam dalam perbincangan yang menelan waktu sampai akhirnya sore menjelang. Tempat ini cocok bagi Anda yang ingin mengambil foto, misalnya untuk foto pre wedding.
Selain pemandangan alam yang disajikan dari wisata ini, Anda dapat mencoba ke desa Trunyan dengan menggunakan perahu selama kurang lebih 20 menit. Anda akan melihat pemandangan yang berbeda dari yang lain, yaitu banyaknya mayat yang hanya disandarkan di pohon-pohon menyan. Memang tradisi masyarakat di desa ini tidak ada prosesi penguburan mayat seperti dilakukan umat Hindu lain di Bali. Cukup hanya disemayamkan di bawah pohon menyan, dan pohon ini dapat menghilangkan aroma menyengat yang timbul dari mayat-mayat di sekitarnya. Jadi jangan lewatkan tempat ini jika Anda sedang berkunjung ke Bali.